Monday, October 15, 2012

Modus Penipuan menggunakan Gendam

Penipuan
Penipuan, masih ada saja yang tega nipu, dan nipunya sampai menguburkan impian bahkan meludeskan harta orang lain. Saya sendiri pribadi tidak luput dari korban penipuan mulai dari jual beli online sampai dengan kawan yang membeli jasa dari saya namun tidak dibayar dan menghilang begitu saja. Kejadian penipuan yang kerap kali terjadi membuat saya lebih waspada agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dan kerjasama dengan orang lain, dan tidak jarang saya juga menulis kejadian yang saya alami dengan harapan orang lain lebih waspada dengan "indikasi penipuan". 2 tahun lalu saya menulis indikasi penipuan berkedok asuransi, dan sekarang sayapun akan menulis hal yang mirip sama namun bukan saya yang mengalami melainkan 4 kawan dekat saya.

Kasus pertama.
Adalah S, beliau adalah istri dari dosen saya; tertipu hampir 10 Juta, awalnya ibu S ini mendapatkan telpon dari seseorang yang mengaku perwakilan dari sebuah produk terkenal, dia menjelaskan bahwa si Ibu ini mendapatkan Mobil Mewah dari sebuah program undian yang malam sebelumnya ditayangkan di TV Swasta, dan hadiahnya harus diambil 1x24 Jam. Entah apa yang membuat Ibu ini menuruti kata-kata sang penelepon dimana untuk mengambilnya terlebih dahulu harus mengirimkan uang sejumlah 10 Juta..!!!. Si Ibu langsung ke ATM dan mengirimkan uang tersebut, bisa ditebak setelah terkirim telpon dimatikan dan si Ibu baru sadar "lhoh apa yang telah saya lakukan?". 

Kasus Kedua
Nah kasus kedua diawali ketika ada seorang kawan dekat saya yang tiba-tiba menelepon (memakai nomor asing) menangis minta dijemput di mall. Tumben mintak jemput biasanya saja dia naek taxi........ Dan setelah saya jemput, saya mendapatinya menangis di Pos Keamanan Mall, oh ternyata ...... dompet, HP dan perhiasannya raib. Dia menelepon saya karena takut dimarahin mamanya; dari penjelasannya awalnya berkenalan oleh seorang pria yang bernama dodi. Pria ini awalnya menepuk bahunya dan mengatakan bahwa pria ini adalah temannya waktu SMP dulu, SKSD, mengajak ngobrol, mengajak makan dan seperti kena sihir eh si-dia mau saja diajak muter muter Mall. Heran ,padahal seumur umur saya ngajakin dia ke Mall dia kagak pernah mau, eh ama si dodi ini kok mau ya?, apa saya kurang ganteng?. Tapi ya sudahlah walau saat itu semua barang-barangnya raib, namun saya masih bersyukur karena dia tidak diapa-apain...

Kasus Ketiga
Nah kalau yang ini agak unik, baru kemaren pembantu dirumah kawan saya ini menerima telpon. Sang pembantu mengaku menerima telpon dari sang tuan yang menyatakan bahwa "kawan saya ini nabrak orang" jadi harus ganti rugi, berhubung kawan saya ini butuh dana cepet si pembantu disuruh mengambil emas, uang dan perhiasan dikamar untuk dimasukin karung yang nantinya mau nyuruh utusan buat diambil. Sambil nangis si pembantu ini BENAR BENAR MELAKUKAN INSTRUKSI si penelepon yang mengaku si Tuan (kawan saya). Kondisi saat itu pukul 10an dimana baik kawan saya dan istrinya sedang kerja, yang ada dirumah hanya pembantu dan kedua anaknya yang masih kecil. Nah lho.....apakah penipuannya berhasil? untung saja anak pertamanya ini menelepon ayahnya dan nanya "papah apa nabrak olang?"... kawan saya heran dan menjawab "tidak" dan setelahnya kawan saya menelepon si pembantu untuk mengunci semua pintu dan mencabut telpon rumah sampai si tuan ini datang. Ngomong-ngomong emangnya si pembantu tidak mengenal suara tuannya? katanya sih si pembantu nggak mikir apa-apa ketika tahu sang tuan kena musibah dia langsung kalut bahkan nangis...

Kasus Keempat
Kejadian ini menimpa kawan saya seprofesi yang rela menyerahkan password email dan akun facebooknya kepada supir travel yang baru dikenalnya dan anehnya kawan saya ini mau saja menyerahkan kartu ATM-nya yang dibikin ludes..!!!. Rela beliin pakaian, rela beliin sepatu dan rela beliin Blekberry... ck ck. Untung saja kawan saya ini tidak diapa-apain, bahkan ketika saya tahu siapa orang yang telah menipunya saya heran... kagak ganteng blas..Saya juga heraan lha kok mau ya?...Saya tidak akan bercerita panjang lebar bagaimana kejadian setelahnya namun yang saya bisa pastikan bahwa dia tidak tahu dengan apa yang dilakukannya... 

Dari Keempat kejadian diatas, semua kejadian menimpa mayoritas adalah cewek alias wanita; saya sendiri tidak tahu apakah ini gendam ataukah sang pria yang memang "mempesona". Namun untuk menangkal hal diatas usahakan untuk para wanita tidak usah berdandan dan memakai perhiasan berlebihan, kalau keluar usahakan jangan sendirian ajaklah teman, janganlah terlalu mengumbar profil anda di facebook, dan berfikirlah jernih dalam menanggapi sesuatu baik lewat telefon ataupun percakapan yang mengatas namakan teman lama.

Note:
tulisan ini ditulis bukan dalam pengaruh gendam..

12 comments:

  1. teman saya juga ada yang kena gendam di bis umum mas,dua cincin (kayak lagunya Hel*o), dompet dan hp raib diembat si penggendam

    teman saya juga kebetulasn cewek, ngomong2 gendam emang lebih gampang ke cewek karena cewek terlalu mudah fokus mas

    ReplyDelete
  2. saya hampir kena beginian dua kali... memang banyak modusnya.. semua tergila gila cari duit sampai sampai lupa mana yang baik mana yang buruk..

    ReplyDelete
  3. makanya saya kmana2 selalu di temani suami, kl suami gak ada ya di rumah aja masak smbil ngeblog hehe,,

    ReplyDelete
  4. Tega banget ya orang-orang itu. Ga mikir kalo itu mereka ato keluarganya yang jadi korban. Sedih bacanya.

    ReplyDelete
  5. haha...aq kok malah jadi fokus pada tulisan terakhir
    Note:
    tulisan ini ditulis bukan dalam pengaruh gendam..

    ReplyDelete
  6. sekarang modus penipuan makin macem2 aja ya..

    ReplyDelete
  7. harus lbiih ekstrak waspada nih..

    takut kna tipu dmikian juga

    ReplyDelete
  8. wah trnya pnpuan bisa pke ap'j ya mksih Sob invonya...
    mpmir sob kpn2 heheh... lm knl'y sob

    ReplyDelete

Para Pembaca yang baik, mohon meninggalkan pesan agar saya dapat mengunjungi anda balik,

Followers