Maaf kalau saya sering lupa dan khilaf

Kesulitan yang Terselip diantara Kemudahan

Pernahkah anda mendengar petuah bijak yang berbunyi "Disetiap Kesulitan pasti ada Kemudahan"?. Saya yakin ketika anda mengalami kesulitan seorang kawan baik biasanya melontarkan kalimat ini. Hal inilah yang membuat hampir semua manusia lebih optimis dalam menghadapi kesulitan hidup. kalimat itu adalah presentasi dari Janji Tuhan, dan tuhan tidak bohong....coba ingat-ingat lagi ketika anda telah menyelesaikan persoalan atau kesulitan; tidak dipungkiri kesulitan yang telah mampu kita selesaikan bukanlah hal yang sulit lagi kan?.

3 tahun lalu saya pernah bekerja dalam perusahaan besar yang mengharuskan karyawannya harus ahli. Dengan keahlian yang terbilang pas-pasan sebagai fresh graduate , ternyata keberuntungan ada dipihak saya, saya diterima di perusahaan itu. Meskipun sudah ditraining, ternyata training yang singkat tidaklah membuat saya menjadi ahli dalam waktu singkat!!!; pekerjaan saya tidak semulus seperti layaknya teori dimasa training itu. Banyak hambatan yang saya hadapi, saya temui banyak kesulitan yang disebabkan karena saya belum pernah menghandel pekerjaan macam ini sehingga mengharuskan harus tanya sana sini, mencari data, berfikir keras mencari solusi untuk memenuhi target dsb.

Namun walau demikian saya punya dugaan "sesuatu yang sulit bukanlah hal yang tidak bisa dikerjakan, sulit itu berarti PASTI bisa dikerjakan". dan ternyata dugaan saya benar...kesulitan itu berangsur-angsur lenyap seiring dengan kemudahan fasilitas yang diberikan perusahaan, kemudahan dalam bertanya dengan kawan kerja dan kemudahan dalam menjalankan ide yang akhirnya seakan-akan membuat KESULITAN itu akhirnya mau berteman dengan saya dan tidak lagi MENYULITKAN saya!!!!

"Disetiap Kesulitan pasti ada Kemudahan"; Tapi itu kan hanya berlaku bagi yang 'SUDAH LEPAS DARI KESULITAN', terus bagaimana dengan yang 'BELUM LEPAS'?...bisa jadi belum WAKTUNYA LEPAS jadi harus melipatkan KESABARAN; atau bisa jadi lho TUHAN itu sebenarnya memberikan Kemudahan dengan sedikit menyelipkan KESULITAN!!! hanya saja kita sebagai Manusia seperti kurang menyadarinya; dan sekalinya sadar, eeee malah menjulukinya PELUANG!!


Dan kalau dipikir-pikir diterimanya saya dalam perusahaan tersebut adalah bentuk KEMUDAHAN TUHAN,sedangkan kesulitan yang ada didalamnya adalah KUNCI untuk mengarungi KEMUDAHAN itu.

Catatan Kaki :
PELUANG bukanlah KESULITAN, melainkan merupakan suatu KEMUDAHAN TUHAN; bumbu kesulitan yang terselip diantaranya adalah kunci agar kita sebagai manusia siap melewati KEMUDAHAN itu.

(( This articles submited for Blackinnovationawards & Black Community Contest ))

Read More..

Time is NOT Money

Suatu kali saya mengajak kawan untuk bersantai diakhir weekend; saya mengajaknya bersantai karena beberapa hari ini dia tampak murung dan suntuk. Namun niat baik saya terganjal dengan jawaban ketusnya "it just wasting time, ada hal lain yang lebih baik aku lakukan daripada hanya sekedar bersenang-senang, time is money kawan, jangan kau buang sia-sia!!!...jawaban ini sangat diluar dugaan...sepertinya ada yang salah dengan perkataan saya, sehingga emosinya mudah tersulut.

Workholic itulah kami, tapi diantara kami dia lebih workholic karena dia lebih suka bekerja dan mengurangi jam untuk tidur, sedangkan saya??? ;saya mungkin mirip seperti dia bedanya saya mulai mengurangi menjadi workholic semenjak seorang guru memberikan petuah bijak:

"Kualitas hidup bukanlah selalu bersandar pada banyaknya pekerjaan yang kau lakukan atau berapa banyak uang yang mampu kau hasilkan, tidak pula melulu bersandar pada kualitas pekerjaan, melainkan seberapa bijak kau mampu menempatkan pekerjaan itu pada porsinya; tidak kurang dan tidak lebih"

....semenjak itulah saya mulai menyisihkan kapan harus bekerja, kapan harus istirahat, kapan saat harus menyenangkan diri dan kapan harus menyisihkan waktu untuk yang ESA..

Tak dapat dipungkiri jawaban yang dilontarkan kawan saya bukanlah tanpa dasar, bersantai di akhir weekend berarti membuang waktu sia-sia?????. Bisa jadi dia dikejar target sekaligus ingin menekan rasa pedih dengan bekerja (mengingat dia baru saja mengalami goncangan dirumah tangganya). Saya hanya dapat menyimpulkan, mungkin dengan bekerja akan DAPAT MENGALIHKAN rasa sakitnya menjadi ENERGI POSITIF...sangat bagus sih, tapi saya agak terganggu dengan kata-kata terakhirnya tentang "TIME IS MONEY"

"Time is Money"; entahlah...saya kok kurang sependapat dengan alasan tersebut, alasannya simpel "saya pernah melewati masa-masa indah" mengarungi waktu dimasa lampau. Ingin sekali saya mengulangi masa itu; sayangnya UANG tak dapat mengembalikan indahnya masa itu ,dan sayapun tidak dapat menakar seberapa besar UANG mampu menggantikan KEBAHAGIAAN itu.

Workholic mungkin dapat membuat kita banyak UANG, uang itu dapat kita gunakan untuk BEROBAT ke DOKTER MANAPUN!!! Sayangnya tak satupun DOKTER yang mampu mengobati RASA PERIH HATI-kita, bisa dipastikan UANG-pun TAK akan BERKUTIK dibuatnya!!!!. Yang dapat menolong kita hanyalah WAKTU, oleh karenanya saya yakin, kali itu kawan saya bekerja lembur bersama WAKTU bukanlah karena UANG, tapi ingin BEROBAT pada-nya.

"Time is Money" seakan-akan mengisyaratkan bahwa apa yang kita lakukan berdasar atas segi material, uang uang dan uang. Berkumpul dengan keluarga, bersama dengan orang yang kita cintai, bercanda dengan anak kita bukanlah hal yang mestinya dapat dikonversi dengan uang...kalaupun bisa dikonversi; nilainya akan mencapai TAK TERHINGGA!!!!

Catatan Kaki :
Dengan uang kita bisa membeli "jam" tapi tetap saja uang tak dapat membeli "waktu"

(( This articles submited for Blackinnovationawards & Black Community Contest ))
Read More..

Sepenggal Kisah Jam 11 malam

Malam itu perut ini terasa sangat lapar padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, sejauh yang saya ingat sorenya saya sudah makan tapi kenapa kali ini perut sangat susah untuk dapat diajak berkompromi menunggu datangnya pagi...???. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar rumah demi mengabulkan permintaan perut ini. Saya tidak tahu dimana harus mencari makan selarut ini; saya hanya mengikuti laju kendaraan ini yang akhirnya melirik gang sempit berlabel Erlangga. Disanalah kutemukan sebuah tempat makan bernama Warteg bertuliskan 24 JAM; dan alhamdulillah disana saya dapat menyalurkan hasrat makan saya sepuasnya. Perut kenyang...waktunya balik ke rumah dan rencananya melanjutkan tidur......

Keluar dari pintu warteg, saya melihat orang tua yang menuntun sepedanya menyeruak keluar dari balik bayangan malam, walau agak samar tapi bisa kulihat raut mukanya yang keriput menandakan bahwa beliau berusia kisaran 70 tahun. Sepertinya bapak ini sudah sedari tadi nongkrong di depan warteg. Sambil terus memandanginya tiba-tiba saja sang bapak ini menyahut dan mendekatiku sambil berkata "beli korannya mas, seribu saja ndak apa-apa". Wah.....aneh sekali jam 11.30 malam ada yang jual koran? "tidak pak, terimakasih" sahutku.

setelah mendengar jawaban itu beliau menuntun sepedanya menjauhi warteg dan sayapun memacu kendaraan berlawanan arah dengan sang bapak tua tadi.

Logika saya merespon "koran kok harganya seribu, benar-benar mencurigakan" batinku...Deg..deg..."tiba-tiba saja jantung saya berdesir kuat terasa didobrak dari belakang" rasanya seperti ditusuk-tusuk!!!! gilaaaa perasaan apa ini????? ...ada perasaan aneh berdesir didada saya yang tidak bisa saya terjemahkan dengan LOGIKA; syaraf SENSORIK saya mendeteksi adanya getaran yang tidak masuk di nalar!!!
apakah ada yang salah dengan jawaban saya ke sang bapak tua tadi????? ....perasaan ini mengatakan "hey apa yang telah kau lakukan? cepatlah berbalik dan beli koran itu!!!!" Syaraf MOTORIK tangan saya tak kuasa menolak ketika otak saya memerintahkan untuk membalikkan arah kendaraan melaju tempat sang bapak tua itu. Syukurlah masih kutemukan sang bapak tersebut yang duduk lemas bersandar pada sebuah pohon "Pak saya jadi nih beli korannya, harganya berapa?" tanyaku. "seribu aja mas". sambil merogoh kantong kuberikan uang 5000an "sisanya buat bapak saja". "Oh makasih banyak mas" walau lamat bisa terdengar sayup "syukur" dari lesan beliau setelah beliau berterima kasih.

Selang setelah kutinggalkan bapak tadi, desiran kuat dijantung saya berangsur-angsur sirna!!!. saya benar-benar tidak tahu perasaan macam apa ini????. dari kejauhan bisa kulihat sang bapak tua ini menuju warteg dan memesan makan. Ya Allah apakah mungkin lapar yang kurasakan bukanlah "laparku" melainkan "lapar" dari sang bapak tua tadi??? Maafkan saya ya Tuhan jika SYARAF SENSORIK ini terkesan LAMBAT merespon....

Catatan kaki :
Malam itu aku kenyang; kenyang makan dan berbonus kenyang kebaikan...!!!!

(( This articles submited for Blackinnovationawards & Black Community Contest ))


Read More..

Seberapa Kuat kita mampu melipat IMAN?

Sore itu pandangan saya tertuju pada anak yang berumur kira-kira 8 tahun disebuah TOKO BUKU, saya begitu tertarik dengan anak ini dari caranya membaca buku. Dia tampak serius membaca sebuah buku berjudul "ORIGAMI". Sejauh yang saya tahu Origami adalah seni melipat kertas yang paling unik, dibutuhkan ketrampilan tertentu bagi seseorang untuk bisa melipat kertas menjadi bentuk-bentuk indah. Dulu semasa kecil saya dapat dengan mudah membuat lipatan kertas yang berbentuk burung bahkan lipatan kertas yang berbentuk katak...sangat indah. Tapi itu dulu, sekarang saya tidak ingat lagi bagaimana membuatnya; yang saya ingat dan sering saya lakukan sekarang hanyalah melipat-lipat kertas menjadi ukuran kecil. Mungkin anda sama dengan saya; melipat-melipat kertas menjadi ukuran kecil agar bisa masuk dompet?..ha..ha...(bisa catatan, bon, tagihan ataupun message).

Oke kembali ke anak kecil tadi yuk....,selang beberapa lama anak ini meletakkan kembali buku itu dan membaca-baca buku yang lain. Sudah hampir setengah jam sayapun mencari-cari buku, tapi belum menemukan buku yang saya butuhkan. Akhirnya saya memutuskan untuk menyudahi pencarian buku dan berniat pulang. Disaat melewati pintu keluar TOKO saya berpapasan dengan seorang wanita, sangat cantik; kelihatannya saya mengenalnya hanya saja saya ingat-ingat lupa.

Disela-sela ketertegunan, eh ternyata dia menyapa "Mas, apa kabar? masih inget saya ndak?"...lama saya mengamatinya, wah..ternyata dia kawan lama yang sudah berubah TOTAL penampilannya. Lebih modis dan sangat berbeda bertolak belakang dari sebelumnya. Kami mengobrol cukup lama dan karena sudah menjelang MAGRIB,maka kami memutuskan untuk melanjutkannya ngobrol dilain hari.

Anda pasti mengira saya sombong karena tidak mengenali kawan saya ; tapi keraguan untuk tidak mengenalinya cukup beralasan, karena dulunya DIA BERJILBAB!!!!, dalam percakapan kami sore itu dia sempat menyinggung alasan menanggalkan Mahkotanya karena PROFESI sambil menambahkan "Jangan khawatir aku masih sholat kok, masih punya IMAN", sembari tersenyum. Saya tidak habis pikir, begitu tipiskah IMANnya sehingga dia rela menanggalkan JILBABnya untuk meniti PUNCAK KARIR?. Padahal dahulu saya bisa melihat LIPATAN IMANNYA yang begitu TEBAL, tapi terakhir ini saya MELIHAT LIPATAN itu telah TERBUKA dan IMANnya telah TANGGAL!!! Sungguh sangat disayangkan...mungkinkah ini akibat dari PERGAULAN & LINGKUNGANNYA?..huff "who knows...."

GODAAN itu ibarat bakteri, dia mampu melipat gandakan dirinya dan MENGGEROGOTI IMAN. Berbanding terbalik dengan bakteri; IMAN tidak akan mampu MENGGEROGOTI GODAAN, dia hanya mampu MENANGKISNYA. GODAAN yang semakin berlipat mengharuskan kita MENINGKATKAN IMAN. Sayangnya IMAN tidak akan mampu MEREPLIKASI dirinya sendiri terkecuali apabila manusianya saja yang menginginkannya.

Saya kira hanyalah omong kosong jika ada orang yang dapat melakukan STMJ (Solat Terus Maksiat Jalan)..ha..ha. Kesimpulan ini bukanlah tanpa dasar, karena SHOLAT dan MAKSIAT adalah sesuatu yang BERTOLAK BELAKANG dan TIDAK akan pernah SEJALAN!!! Jika ada berani mencoba keduanya secara bersamaan, saya yakin 100% kemungkinan besar IMAN akan PATAH!!!.Sekalipun dapat bertahan, paling-paling tidak akan bertahan lama, karena BAKTERI itu akan SEMAKIN BERLIPAT seiring dengan BERJALANNYA waktu yang kemudian MENGGEROGOTI IMAN.

Jika rajin SHOLAT,keinginan untuk berMAKSIAT akan terkikis. Dan bila berMAKSIAT maka bisa dipastikan akan lupa SHOLAT!!! Mau contoh???? ORANG MABOK...mana mungkin ingat SHOLAT????...Oh iya jangan lupa, sekalipun anda rajin untuk SHOLAT, GODAAN akan terus MEREPLIKASI dirinya menjadi lebih besar dari sebelumnya!!! Jadi untuk mengcounternya yang harus kita lakukan adalah "LIPAT GANDAKAN IMAN!!!"

"Emangnya mudah melipat gandakan iman???"....."memang nggak mudah sih". Sangat sulit; sulit seperti halnya anak kecil yang MELIPAT DUA SELEMBAR KERTAS; LIPATAN pertama sangat sangat mudah, LIPATAN kedua lumayan mudah, LIPATAN ketiga mudah....dan sampai diLIPATAN ketujuh akan terasa SULIT, dibutuhkan NIAT EKSTRA untuk melipatnya!!!. Saya yakin anda bisa, "lha wong melipat-melipat kertas BON TAGIHAN ukuran kecil agar bisa masuk dompet aja bisa, masak ini ndak bisa????ha...ha..ha"

Catatan Kaki :


Cobalah Lipat Kertas menjadi 2 ; Lipat lagi, lagi dan lagi. Bertambahnya LIPATAN, akan membuat anda menambahkan tenaga lebih besar untuk membuat LIPATAN selanjutnya. Demikian juga dengan IMAN, memang sangat sulit untuk MELIPATNYA; tapi dengan bertambahnya LIPATAN akan sangat sulit bagi siapapun untuk MEROBEKNYA!!!

(( This articles submited for Blackinnovationawards & Black Community Contest ))
Read More..

Followers