Melipat IMAN laksana Kertas

Sore itu pandangan saya tertuju pada anak yang berumur kira-kira 8 tahun disebuah TOKO BUKU, saya begitu tertarik dengan anak ini dari caranya membaca buku. Dia tampak serius membaca sebuah buku berjudul "ORIGAMI". Sejauh yang saya tahu Origami adalah seni melipat kertas yang paling unik, dibutuhkan ketrampilan tertentu bagi seseorang untuk bisa melipat kertas menjadi bentuk-bentuk indah. Dulu semasa kecil saya dapat dengan mudah membuat lipatan kertas yang berbentuk burung bahkan lipatan kertas yang berbentuk katak...sangat indah. Tapi itu dulu, sekarang saya tidak ingat lagi bagaimana membuatnya; yang saya ingat dan sering saya lakukan sekarang hanyalah melipat-lipat kertas menjadi ukuran kecil. Mungkin anda sama dengan saya; melipat-melipat kertas menjadi ukuran kecil agar bisa masuk dompet?..ha..ha...(bisa catatan, bon, tagihan ataupun message).

Oke kembali ke anak kecil tadi yuk....,selang beberapa lama anak ini meletakkan kembali buku itu dan membaca-baca buku yang lain. Sudah hampir setengah jam sayapun mencari-cari buku, tapi belum menemukan buku yang saya butuhkan. Akhirnya saya memutuskan untuk menyudahi pencarian buku dan berniat pulang. Disaat melewati pintu keluar TOKO saya berpapasan dengan seorang wanita, sangat cantik; kelihatannya saya mengenalnya hanya saja saya ingat-ingat lupa.

Disela-sela ketertegunan, eh ternyata dia menyapa "Mas, apa kabar? masih inget saya ndak?"...lama saya mengamatinya, wah..ternyata dia kawan lama yang sudah berubah TOTAL penampilannya. Lebih modis dan sangat berbeda bertolak belakang dari sebelumnya. Kami mengobrol cukup lama dan karena sudah menjelang MAGRIB,maka kami memutuskan untuk melanjutkannya ngobrol dilain hari.

Anda pasti mengira saya sombong karena tidak mengenali kawan saya ; tapi keraguan untuk tidak mengenalinya cukup beralasan, karena dulunya DIA BERJILBAB!!!!, dalam percakapan kami sore itu dia sempat menyinggung alasan menanggalkan Mahkotanya karena PROFESI sambil menambahkan "Jangan khawatir aku masih sholat kok, masih punya IMAN", sambil tersenyum. Saya tidak habis pikir, begitu tipiskah IMANnya sehingga dia rela menanggalkan JILBABnya untuk meniti PUNCAK KARIR?. Padahal dahulu saya bisa melihat LIPATAN IMANNYA yang begitu TEBAL, tapi terakhir ini saya MELIHAT LIPATAN itu telah TERBUKA dan IMANnya telah TANGGAL!!! Sungguh sangat disayangkan...mungkinkah ini akibat dari PERGAULAN & LINGKUNGANNYA?..huff "who knows...."

GODAAN itu ibarat bakteri, dia mampu melipat gandakan dirinya, hal ini sangat berbanding terbalik dengan IMAN; IMAN tidak mampu MEREPLIKASI dirinya terkecuali hanya manusianya saja yang mempunyai keinginan untuk MELIPAT GANDAKAN.

Saya kira hanyalah omong kosong jika ada orang yang dapat melakukan STMJ (Solat Terus Maksiat Jalan)..ha..ha. Kesimpulan ini bukanlah tanpa dasar, karena SHOLAT dan MAKSIAT adalah sesuatu yang BERTOLAK BELAKANG dan TIDAK akan pernah SEJALAN!!! Jika ada berani mencoba keduanya secara bersamaan, saya yakin 100% kemungkinan besar IMAN akan PATAH!!!.Sekalipun dapat bertahan, paling-paling tidak akan bertahan lama, karena BAKTERI itu akan SEMAKIN BERLIPAT seiring dengan BERJALANNYA waktu yang kemudian MENGGEROGOTI IMAN.

Jika rajin SHOLAT,keinginan untuk berMAKSIAT akan terkikis. Dan bila berMAKSIAT maka bisa dipastikan akan lupa SHOLAT!!! Mau contoh???? ORANG MABOK...mana mungkin ingat SHOLAT????...Oh iya jangan lupa, sekalipun anda rajin untuk SHOLAT, GODAAN akan terus MEREPLIKASI dirinya menjadi lebih besar dari sebelumnya!!! Jadi untuk mengcounternya yang harus kita lakukan adalah "LIPAT GANDAKAN IMAN!!!"

"Emangnya mudah melipat gandakan iman???"....."memang nggak mudah sih". Sangat sulit; sulit seperti halnya anak kecil yang MELIPAT DUA SELEMBAR KERTAS; LIPATAN pertama sangat sangat mudah, LIPATAN kedua lumayan mudah, LIPATAN ketiga mudah....dan sampai diLIPATAN ketujuh akan terasa SULIT, dibutuhkan NIAT EKSTRA untuk melipatnya!!!. Dan jika kita berhasil melipatnya sangat sulit sekali bagi BAKTERI untuk menggerogoti IMAN kita!!!

Catatan Kaki :


Cobalah Lipat Kertas menjadi 2 ; Lipat lagi, lagi dan lagi. Bertambahnya LIPATAN, akan membuat anda menambahkan tenaga lebih besar untuk membuat LIPATAN selanjutnya. Demikian juga dengan IMAN, memang sangat sulit untuk MELIPATNYA; tapi dengan bertambahnya LIPATAN maka akan sangat sulit untuk MEROBEKNYA!!!
Read More..

MUR dan BAUT...Berputarlah!!!!!

PAgi ini saya cukup disibukkan dengan NGAMBEKNYA kendaraan ini, PAPAN PLAT NOMOR menggantung dikarenakan salah satu MURnya menghilang!!!. Walau agak merepotkan tapi akhirnya saya berhasil mendapatkan MUR pengganti.

BAUT itu saya pasang dibagian depan PAPAN PLAT NOMOR, sedangkan MUR itu saya pasang dibagian belakangnya; dengan menggunakan OBENG, saya memutar BAUT itu SEARAH JARUM JAM. Tiap kali saya memutarnya, MUR seakan-akan bergerak KEDEPAN dan lama kelamaan mulai memperkecil jarak antara UJUNG BAUT dan MUR. Walhasil, BAUT dan MUR berikatan erat mengapit PAPAN PLAT NOMOR dengan kencang; saking kencangnya saya tak mampu lagi memutar BAUT yang seakan-akan sudah DITAKDIRKAN untuk BERPASANGAN dengan MUR.

BAUT dan MUR merupakan PASANGAN; Mempunyai ARAH PUTAR BEDA tapi TUJUAN SAMA. BAUT diciptakan DENGAN alur TERTENTU agar mudah bagi keduanya untuk MEMPERKECIL JARAK DIANTARANYA!!!. BAUT & MUR ini seakan-akan menjiplak ILMU TUHAN yang menciptakan PRIA dan WANITA dengan SEGALA PERBEDAAN; Jangan TAKUT untuk BERPUTAR, TUHAN telah menciptakan ALUR kita, tinggal diikuti saja maka JARAK itu akan TERKIKIS dan "Kun Fayakun" jadilah PASANGAN.

PASANGAN akan tercipta jika MUR atau BAUT itu berputar; Dengan kata lain PRIA atau WANITA akan menjadi PASANGAN jika dan hanya jika KEDUANYA ataupun SALAH SATU diantaranya saling mendekati dan rasa-rasanya tuhan telah MENDESAIN ALUR itu sehingga kita tinggal mengikutinya.

Sekali lagi saya melihat ke arah MUR dan BAUT yang baru saya pasang, begitu KENCANG; KENCANG laksana PASANGAN yang KOMPAK. Tapi mata saya tetap mampu menangkap PERBEDAAN!!!!. Perbedaan itu sengaja diletakkan diantara KEDUANYA; Mungkin anda bisa menebaknya, Perbedaan itu berupa PAPAn PLAT NOMOR yang berukuran 3 mm. Jadi kesimpulannya "apakah perlu perbedaan itu diciptakan?"..hufff kali ini saya sangat sulit menjawabnya, dan kalau pertanyaan itu tetap dilontarkan, maka saya akan balik bertanya "Jika PAPAn PLAT NOMOR itu saya hilangkan, maka PERBEDAAN akan sama dengan NOL, ngapain juga saya harus pusing pusing cari MUR dan BAUT????".
Wah TUHAN benar-benar hebat ya, telah MENJADI ARSITEK JENIUS dalam menciptakan MANUSIA yang menjadi TUKANGnya TUHAN untuk membuat PERBEDAAN sekaligus PENGIKIS PERBEDAAN.

Sesekali IKATAN MUR dan BAUT pasti akan kendor, dikarenakan guncangan yang disebabkan oleh KHILAFNYA kendaraan yang tanpa sengaja melewati LUBANG JALAN. Tapi saya tidak KHAWATIR karena kalaupun KENDOR kan tinggal di KENCENGIn AJA. Nah kalau IKATAN HUBUNGAN kita dengan PASANGAN kita agak mengendor, tinggal DIKENCENGIN AJA. Caranya? caranya adalah dengan mengingat TUJUAN AWAL kenapa kita MENJALIN HUBUNGAN. Kalau ini dilakukan, saya yakin MUR DAN BAUT itu akan BERPUTAR MAKSIMUM membuat PAPAN PLAT NOMOR itu SESAK NAFAS dan akhirnya BERTEKUK LUTUT PASRAH menyerah UNTUk BERONTAK.

Saya senang sekali melihat pasangan-pasangan manusia itu, saya merasa senang karena saya melihat MEREKA kaya, kaya akan perbedaan; Dan uniknya PERBEDAAN itu ternyata saling MELENGKAPI membentuk KEHARMONISAN. Sehingga kawan sayapun berceletuk "Berbeda itu indah dan membuat dunia kita penuh warna..ha..ha".

Catatan Kaki :
Ibarat BAUT dan MUR, TUHAN menciptakan PRIA dan WANITA dengan SEGALA PERBEDAAN; Jangan pernah TAKUT untuk BERPUTAR, TUHAN telah menciptakan ALUR kita, tinggal diikuti saja, maka JARAK itu akan TERKIKIS. Dan jika Tuhan berkendak "KUN FAYAKUN" maka jadilah kalian PASANGAN.
Read More..

FIBER peredam MARAH & RASA DENDAM

Siang itu saya berkesempatan hadir dalam sebuah meeting, sebelum meeting dimulai awalnya saya sempat berfikiran kalau meeting ini pasti AKAN KACAU karena kantor meeting persis DISEBELAH JALAN RAYA, ditambah lagi ruangan meeting persis di POJOKAN dekat TRAFFIC LIGHT!!!!. Sebelum meeting dimulai ;pintu ditutup...SUASANANYA sangat SEPI!!! SO QUITE!!!...kebisingan luar tidak terdengar lagi kelihatannya RUANGAN itu KEDAP SUARA. Meeting dimulai dan ternyata RUANGAN mulai menjadi BISING!!!!, Bising karena argumen-argumen dari kawan-kawan yang saling menyalahkan sebagai akibat TARGET yang TIDAK TERCAPAI. saya bisa melihat masing-masing dari mereka meluapkan kemarahan, ada yang menyalahkan dan ada yang defensive karena tak mau disalahkan. Sampai sore meeting belum menemukan titik temu, dan rencananya akan dilanjutkan esok hari.

Usai meeting banyak kawan-kawan yang masih NGRUNDEL dan marah-marah karena dipersalahkan,bahkan ada yang mengobarkan rasa dendam sambil NGRUNDEL "awas aja besok, gue bakal cari data sebanyak-banyaknya buat jatuhin lu!!!!". Wah kayaknya dia DENDAM nih....Saya tak begitu menggubrisnya, malahan pikiran saya menerawang mencari obat rasa penasaran TEMBOK KEDAP SUARA buatan itu. Sesekali saya mengetuk ngetuk dinding, dan saya merasakan kalau dinding dalamnya BUKANLAH TEMBOK, melainkan seperti papan yang didalamnya ada semacam bahan yang saya tidak tahu jenisnya. Saat melewati pintu akhirnya saya menemukan obat dari rasa penasaran saya.

Disela 2 dinding itu, saya sangat tertarik dengan bahan yang terselip didalamnya; bentuknya menyerupai FIBER yang tak beraturan bernama PEREDAM SUARA. Konon, bahan ini mampu MENGKONVERSI KEBISINGAN mendekati TITIK NOL sekencang apapun TERIAKAN tak akan mampu merusak FIBER ini...sesaat saya teringat dengan kemarahan teman-teman saya dimeeting tadi...hufff...Seandainya saja FIBER ini terpasang DIHATI mereka, sebesar apapun MARAH/DENDAM; FIBER ini akan mengkonversinya mendekati TITIK NOL!!!

Sudah terbukti, FIBER ini mampu MENELAN KEBISINGAN LUAR dan membuat RUANG MEETING menjadi SEPI. Anggap saja KEBISINGAN adalah gambaran dari KEMARAHAN; maka FIBER itupun akan MENGKONVERSI mendekati TITIK NOL sebelum mencapai HATI kita. "Memangnya ada ya orang-orang seperti ini?" saya jawab ada; orang-orang ini sering menasehati kita "Jangan dimasukin hati lah, wataknya kan memang seperti itu".

Dengan membalas MARAH mungkin bisa menggertak LAWAN dan menciutkan NYALI LAWAN. Tapi anda lupa bahwa PIHAK yang KALAH karena DIMARAHI, biasanya MENGKONVERSINYA menjadi DENDAM. DENDAM inilah yang justru lebih berbahaya; suatu saat DENDAM ini akan membantunya menerkam anda disaat LENGAH!!!. Dan kalau LAWAN anda berhasil melalukannya maka RASA DENDAMNYA akan PUPUS!!!. Sayangnya justru andalah yang kemudian hari akan MENGKONVERSIKAN KEKALAHAN anda menjadi KESUMAT!!!...DENDAM yang TIADA UJUNG!!!!

MEMUNTAHKAN KEMARAHAN bisa jadi memunculkan KEMARAHAN lain yang tidak akan ada ujung pangkalnya, MEMBALASKAN DENDAM mungkin juga akan membuat anda PUAS tapi DENDAM LAIN akan muncul dan siap menularkan KESUMAT kepada ANDA...


Catatan Kaki :
Dendam itu nular; kalau tidak ingin tertular, ya jangan mendendam, buang jauh dan redam dendam itu seperti layaknya FIBER yang MENGKONVERSI KEBISINGAN mendekati TITIK NOL.

Read More..

Terima Kasih SEJENGKAL BATANG SINGKONG

Sore itu tetangga sebelah rumah mengirimkan sejumlah SINGKONG seraya berucap TERIMA KASIH; Ini adalah KETIGA KALINYA dalam setahun TETANGGA kami mengirimkan SINGKONG. Jumlah yang diberikannya selalu lebih banyak dari sebelumnya. Kadang-kadang sayapun merasa aneh; aneh, karena tiap kali panen SINGKONG mereka selalu membaginya dengan kami, terlebih lagi selalu mengucapkan TERIMA KASIH, seharusnya yang berterimakasih itu yang diberi kan?. Sore itu saya beranikan diri bertanya "Kenapa tiap kali panen, anda selalu membaginya dengan kami?". Tahu apa jawabannya?

"Terima Kasih karena kala itu pernah memberikan kami SEJENGKAL BATANG SINGKONG!!!!.BATANG itu kami tanam menjadi 1 BUAH POHON SINGKONG yang kemudian POHONNYA kami potong menjadi 10 JENGKAL BATANG SINGKONG; Kami tak tahu bagaimana bisa membalas kebaikan itu, selain membagi hasil PANEN SINGKONG ini".

Inikah bukti JANJI TUHAN?. "Bersedekahlah kamu maka tuhan akan menggandakannya menjadi 10 kali lipat". Yah...memang contoh diatas hanyalah SINGKONG, tapi tanpa disadari bahwa SEJENGKAL BATANG SINGKONG telah mengajarkan KEIKHLASAN. Saya bisa menyimpulkan ini, karena anda maupun saya mungkin menganggapnya "TIDAK BERHARGA", sehingga tak ada sedikitpun RASA SESAL ketika kita memberikan "SEJENGKAL BATANG SINGKONG". Bisa jadi inilah salah satu alasan mengapa "TUHAN BELUM MENGGANTI" harta yang disedekahkan karena kita belum mampu TULUS dan IKHLAS. Masih ada ganjalan, berupa "wah kalau seandainya tidak aku sedekahkan, bisa aku pakai buat beli....nih".

Pelajaran yang bisa diambil lagi dari CERITA SINGKONG diatas adalah, bagaimana sang TETANGGA itu bersyukur, dan cara dia bersyukur adalah membagi hasil dengan yang telah memberikannya SEJENGKAL BATANG SINGKONG. "Ah itu kan cuman SINGKONG, membagi hasil PANEN ke orang lain tak akan membuatnya rugi; coba kalau duit mungkin juga tidak akan mau berbagi". Apakah ada yang berpikiran seperti itu?....Sepertinya orang yang berfikir seperti ini adalah orang yang jarang bersedekah HARTA karena berkonsep untung rugi; kalaupun bersedekah, TUHAN memilih untuk MENUNDA MELIPAT GANDAKAN RIZKINYA. TUHAN baru akan MELIPATKANNYA setelah dia IKHLAS; seikhlas mensedekahkan "SEJENGKAL BATANG SINGKONG".

Catatan kaki :
Betapa indahnya dunia jika kita mampu bersedekah mengikuti filosofi "SEJENGKAL BATANG SINGKONG", menyisihkan sedikit harta dan memberikannya seikhlas layaknya SEJENGKAL BATANG SINGKONG.
Read More..

Followers