Friday, March 16, 2012

Oh ternyata rejeki itu layak kita syukuri...

15 menit lebih saya menunggu; tapi nasi yang saya pesan tak kunjung datang.. walau agak sedikit dongkol namun saya musti maklum dikarenakan warung ini tergolong cukup ramai didaerah yang cukup terpencil ini. Sambil menunggu, pandangan ini tertuju pada seorang bocah pengamen kumal diseberang jalan; pengamen ini menyanyikan sebuah lagu diiringi sebuah gitar bersenar 3; dari tiap rumah kerumah dia menyanyikan lagu. Lantunan lagunya berhasil membuat sang empu rumah keluar. Selang setelahnya sang pengamen menyodorkan tempolong bertutupkan plastik dan menengadahkannya dengan harapan sang empu rumah bermurah hati memberikan kepingan logam. Tiap kali berganti rumah tiap kali pula bertambah koin logamnya. Dari sedikit mulai menjadi bukit....

Dalam batin saya bergumam "saya suka cara dia berusaha mengais rizkinya dengan usaha, menerima tiap kepingnya dan mengumpulkannya......"

Sampailah bocah kumal ini dikedai tempat saya makan, dia menyanyi.. sebagian dari pengunjung langsung memberikan recehan pada bocah ini, entah sebagai "apresiasi" atas kontribusinya dalam menyanyi atau "sogokan" untuk mengusirnya dari kedai? ... tapi si bocah tak memperdulikannya, menerimanya tulus dengan senyuman dan ucapan terima kasih.... dan sampailah dia didepan saya sambil menyodorkan tempolong plastiknya,,,, eh lha kok saya lupa saya tidak punya receh???

Saya benar-benar lupa...!!! Ya sudahlah... lembaran hijau bergambar Supratman saya berikan padanya.... dan setelahnya si bocah mukanya langsung memerah dan berkata terbata-bata "wah maaf ...ini .. ke....ban...yakan om..." tangannya bergetar seakan-akan menjadikan lembaran uang ini sebagai lembaran uang terbesar yang pernah dia terima...

"ah udahlah buat kamu ajah..." sahut saya

Tiba-tiba saja si bocah ini memeluk saya dan berucap " makasih om makasih......" saya agak sedikit malu, bukan malu dipanggil om, atau malu bukan karena dipeluk olehnya namun sebagian mata para pengunjung kedai tertuju kepada saya..

sambil melepaskan pelukannya, saya melanjutkan pertanyaan saya "lho itu kan cuman Rp 20.000,-?"

"Iya, tapi saya gak pernah dapat uang sebanyak ini dan saya tidak tahu bagaiamana menghabiskannya hari ini..." sahutnya

"Eh..." Saya tertegun.... 20.000,- tidak habis dalam sehari???? padahal saya sendiri ..........
.............

Add Note :

Duh gusti... sekarang saya menyadari bahwa ternyata kita ini melimpah akan REJEKI; dan itu sangat layak untuk disyukuri...

6 comments:

  1. Subhanallah, ya rosulullah, merinding saya bacanya mas, malah hampir netes ni air mata, makasih mas

    ReplyDelete
  2. sama -sama mas, semoga kita semua juga diberkahi rejeki

    ReplyDelete
  3. Hi, Nice post! Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back.

    Thanks!

    Harry
    harry.roger10@gmail.com

    ReplyDelete
  4. Blog anda memnggugah saya...hiks-hiksss,,,,tukar link yu agan, biar kita bisa saling silaturahmi....blog anda ada di blogroll di footer blog saya.

    ReplyDelete
  5. Semoga apa yang diberikan menjadikan suatu berkah. . .

    Salm Senyuum. . . ^_*

    ReplyDelete
  6. Bila sering melihat ke bawah akan tampak keadaan kita. Saatnya bersyukur karena telah mendapat lebih baik di antara mereka

    Semoga allah membalasnya berlipat ganda

    ReplyDelete

Para Pembaca yang baik, mohon meninggalkan pesan agar saya dapat mengunjungi anda balik,

Followers