Saturday, October 13, 2012

Menabur Kebajikan dan Mengubur Keburukan

Evil Good
Semasa saya masih lajang saya mempunyai kawan kerja; kawan saya ini terbilang unik bagi temen-teman sebaya kami pada masa itu. Kawan saya ini umurnya 5 tahun lebih tua dari saya walau dia banyak ngomong namun banyak yang saya pelajari darinya, karena dia mengajarkan kepada saya banyak hal tentang kebajikan.

Salah satu yang masih saya ingat adalah dia mempunyai rasa solidaritas tinggi dimana banyak orang yang merasa masa bodoh "elu-elu gue-gue", dia malah tergolong sangat perduli dengan lingkungan sekitarnya. Waktu itu saya berboncengan naik motor dan kami mendapati ditengah jalan ada bongkahan batu seukuran kepalan tangan, bisa-bisanya dia berhenti dipinggir jalan dan menyingkirkan batu tersebut.

"ngapain sih pak nyingkirin batu, iseng amat..." tukas saya
"ya gak papa sih, cuman kalau batu itu sampai keinjek motor kan pengendaranya bisa jatuh...." sahutnya

"ah bapak terlalu mengada-ada" sahut saya
"saya tidak mengada-ada, ayah saya meninggal dalam kecelakaan di jalan raya dan saya pikir tak perlulah menunggu orang lain mengalami hal yang sama seperti ayah saya untuk membuat batunya tersingkir" sahutnya datar

mendengar jawabannya, saya benar-benar tertohok....speechlesss

dikesempatan lain
Sebagai teman, kawan saya ini sekaligus adalah peneliti, dia telah menciptakan salah satu patern security yang sekarang digunakan oleh sebuah produk terkenal di indonesia untuk melindungi produknya. Suatu kali ada suatu pemalsuan produk client yang "terindikasi" bahwa pemalsuan ini terkait dengan patern security yang mirip seperti "ciptaan"-nya.

Dia kemudian dipanggil oleh direksi mengenai hal ini dan "diinterogasi" dan selang beberapa minggu saya tidak tahu tiba-tiba saja dia pamitan dan berucap "maaf kawan, mulai besok saya tidak dapat bekerjasama lagi denganmu, sepertinya saya tidak lagi berguna bagi tempat kita bekerja...."

Benar-benar saya kehilangannya, saya tidak tahu benar dengan apa masalahnya, karena diapun enggan membicarakan alasan dia meninggalkan perusahaan serta dia memilih menutupnya rapat-rapat; yang jelas rumor yang berkembang dia dikeluarkan dari perusahaan terkait dengan kasus "patern security" tersebut.

Saya sama sekali tidak percaya kalau dia melakukannya pemalsuan ini, dan ternyata dugaan saya benar adanya; karena 4 bulan setelahnya dari pengembangan kasus oleh pihak berwajib ternyata biang pemalsu ini ditangkap dan sama sekali tidak ada hubungan dengan kawan saya.

Pasca keluar dari perusahaan; apakah dia JobLess? Oh ternyata salah besar, ternyata sekarang dia menjadi masuk kedalam jajaran direksi di perusahaan kompetitor, dan dia masih saja tidak berubah menabur kebajikan dengan menyingkirkan bongkahan batu di tengah jalan raya, menyeberangkan nenek nenek dijalan raya dan kadang nyelametin kucing ditengah jalan.. ck ck..serta masih saja bungkam dan memilih mengubur dalam-dalam keburukan yang pernah dilakukan padanya.

11 comments:

  1. Kalo orang baik ga akan kesulitan kok ya Mas nyari rejeki. Semuanya balik ke diri kita sendiri

    ReplyDelete
  2. bermula dengan hal hal yang kecil.. untuk berbuat kebaikan... kalau yang kecil ga bisa jangan pernah mengharapkna yang besar...

    ReplyDelete
  3. sudah banyak contoh mas orang baik, tapi tetap saja kita terkadang mengalami kesulitan untuk meniru atau bahkan melebihi tindakan orang tersebut

    ReplyDelete
  4. saya jadi ingat sebuah nasihat leluhur, rahasiakanlah segala kejahatan seseorang kepadamu, namun sebarkanlah segala kebaikan orang itu kepadamu.., membaca kisah ini, tak heranlah bila ALLAH selalu melapangkan rejeki bagi "Kawan Kerja" anda dimanapun dia berada :)

    ReplyDelete
  5. subhanalloh.....
    semoga selalu dilimpahkan kebaikan untuk bapak itu...

    ReplyDelete
  6. jangan takut untuk berbuat kebaikan, akan tetapi takutlah berbuat keburukan karena semuanya akan menuai hasilnya sesuai yang dikerjakannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, makasih udah diingatkan

      Delete
    2. he he saya ini mas lhoh, bukan mbak kang artha

      Delete
    3. weleh... ups maafkan sayah...:)

      Delete
  7. dari seorang teman kita belajar,namun untuk mendapat teman sebaik bapak itu...tidaklah mudah.
    jaman sekarang banyak teman tapi tidak bersahabat...:)

    melem Kang Artha....semoga selalu sehat dan sukses trus buat anda

    ReplyDelete

Para Pembaca yang baik, mohon meninggalkan pesan agar saya dapat mengunjungi anda balik,

Followers